Advertisement

Main Ad

Birthcare Center : Perjuangan Menjadi Ibu yang Baik

Seorang ibu yang baik bukanlah ibu yang sempurna tapi ibu yang bahagia bersama anaknya.  
Drama Birthcare center dengan jumlah episode hanya 8 menyuguhkan cerita seru yang dibumbui komedi. Drama ini dibintangi oleh Uhm Ji Won sebagai Oh Hyun Ji, Park Ha Sun sebagai Jo Eun Jung, Yoon Park sebagai Kim Do Yoon (suami Oh Hyun Ji), Choi Ri sebagai Lee Roo Da, Jang Hye Jin sebagai Choi Hye Suk (direktur pusat perawatan pascapersalinan Serenity) dan pemain lainnya. Selain menceritakan pemulihan pasca persalinan drama ini juga mengedukasi tentang pola asuh bayi. 

Oh Hyun Ji hamil pada usia tua 42 tahun dan dia adalah seorang yang pekerja keras. Dia menjabat sebagai direktur muda diperusahaan  tempat dia bekerja sehingga membuatnya selalu absen saat menghadiri kelas kehamilan. Yang mengikuti justru suaminya sebagai suami siaga. Saking cintanya dengan pekerjaannya sehari sebelum persalinan Hyun Ji masih sempat mengejar direktur perusahaan luar negri untuk membujuknya agar mau bekerjasama dengan perusahannya. Saat itulah ketubannya pecah dan dengan santai tanpa panik dia menghubungi rumah sakit, yang panik justru suaminya. 
Episode awal-awal ini masih bikin ngakak sih. Menonton drama ini mengingatkanku pada proses kelahiran anakku. Berasa nonton pengalaman sendiri. Oh Hyun Ji adalah aku, meski ngga sederama itu, tapi pemikirannya hampir sama denganku. Hyun Ji bernarasi proses persalinan seperti penghinaan. Minanggalkan rasa malu saat kontraksi harus diperiksa cek pembukaan, buka sana sini, sentuh sana sini, ditanyai hal-hal yang bikin risih namun itu sungguh diperlukan oleh dokter. Masih bisa berfikir malu disaat-saat seperti itu namun tidak bisa berbuat apa selain nurut. Menahan rasa kontraksi berjam-jam dengan rasa sakit yang bikin takjub. Sampai pada saatnya persalinan Hyun Ji kembali bernarasi bahwa dia merasakan kekuatan alam dan dia menahan getarannya dengan seluruh tubuh. Itu bagiku adalah ungkapan rasa disaat bayimu mau keluar. Rasa sakit yang menyerang tapi kamu harus bertenaga mendorong bayimu. Bahkan disaat bayiku sudah lahir aku merasa seperti sapi yang baru melahirkan. Entah kenapa aku bisa berfikiran seperti itu. 

Persalinan itu tidak ada yang mudah dan proses pemulihannya tak kalah menyiksa. Setelah bayi keluar kukira aku bisa menikmati kembali makanan atau minuman yang semasa hamil dihindari. Oh Hyun Ji pun berfikiran sama. Jika dulu dia bisa melepas penat dengan cara elegan alias ngopi cantik di cafe, kini setelah melahirkan dia masih saja tidak bisa menikmati kopi kesukaannya. Bahkan dia harus mencuri kesempatan agar bisa menikmati kopi namun tetap saja ngga berhasil.   

Pusat Perawatan Pasca Persalinan Serenity

Setelah diperbolehkan pulang Hyun Ji dan suami beserta bayi mereka langsung menuju pusat perawatan. Aku pernah baca kalo di Korea memang ada pusat perawatan untuk ibu setelah melahirkan. Bayi mereka ditempatkan berbeda dengan kamar orang tuanya. Bayinya dirawat oleh suster dan ditempatkan di ruangan khusus bayi. Ketika waktunya barulah para ibu bertemu dengan bayi mereka untuk menyusui. Sang ibu masih bisa melihat bayi mereka dari kaca ruangan bayi, kayak di rumah sakit gitu. Berbagai ruangan dan tamannya sungguh menyenangkan hati. Yang nonton aja merasa nyaman hanya dengan melihat jika kenyataannya bisa sama seperti itu maka itu menjadi hal yang bagus untuk perawatan ibu-ibu baru. Setiap hari disediakan makanan dan teh yang merangsang produksi asi agar melimpah. Kegiatan -kegiatan untuk kesehatan para ibu dan pembelajaran seputar cara mengasuh bayi. Adanya tempat seperti ini ada bagusnya yaitu jadi tempat berkumpulnya para ibu yang baru mempunyai bayi jadi bisa cerita dan berbagi pengalaman. 


Perselisihan Antar Ibu

Hyun Ji menjadi orang paling tua yang berada di pusat perawatan. Semua menjadi canggung baginya. Semua adalah hal baru baginya. Di pusat perawatan itu dia bertemu dengan ibu lainnya. Dia bertemu kembali dengan orang yang dia temui di lift dan membuat kesalahpahaman pada keluarganya. Sarang eoma (Jo Eun Jung ) adalah ibu berkelas di pusat perawatan. Dia disegani para ibu karena keberhasilannya mengasuh anak kembar dan memberikan ASI penuh pada bayinya. Dia juga paham pola mengasuh anak. Namun Hyun Ji punya kesan yang buruk untuk pertemuan awal mereka. Mereka sempat berselisih paham karena pembicaraan mengenai ibu yang hanya dirumah atau ibu yang bekerja. Hyun Ji yang terbiasa bekerja di luar rumah belum terbiasa dengan percakapan ibu-ibu yang membahas kegiatannya dirumah. Pola pikirnya adalah ibu yang dirumah tidak melakukan apa-apa dan hanya mengurus anak saja. Tentu saja itu memancing amarah ibu lainnya. Dia menjadi dikucilkan. Sudah ibu baru, tidak tau apa-apa mengenai bayi, tentu membuat stres. Hingga akhirnya dia membuang harga dirinya dan meminta maaf kepada sarang eoma dan berteman dengannya agar bisa mendapat tips menyusui. 

Ibu ASI atau SUFOR 


Hyun Ji merasa kesulitan dengan bayinya terutama saat menyusui. Menyusui itu tidak mudah. Ada saja kendala yang dihadapi, baik dari dalam diri ibu maupun lingkungan luar. Setiap kali dia akan menyusui bayinya dia selalu gagal. Mulai dari dia merasa kesakitan saat menyusui sehingga bayinya pun susah melakukan pelekatan pada payudara ibunya. Bagiku sendiri berada diposisi Hyun Ji tentu tidak mudah. Menyusui bayi diruang menyusui dengan para ibu lainnya dan dia dipermalukan pasti membuat tambah tertekan. Sudah pula produksi ASInya pas-pasan. Cuma cukup buat camilan kata susternya. Dia semakin depresi. Dia merasa gagal menjadi ibu. Dia bukan ibu yang baik bagi bayinya.
Suatu hari ada orang baru yang masuk ke pusat perawatan. Lee Roo Da muncul dan membuat ibu lainnya tercengang karena keputusannya untuk memberikan Sufor pada bayinya. Dia dipandang sebelah mata oleh ibu lainnya apalagi oleh Sarang Eoma yang pro ASI. Dia Juga tidak mematuhi peraturan pusat perawatan, makan semaunya tidak menggunakan hal dasar di pusat perawatan intinya dia juga berhak bahagia meskipun sudah memiliki bayi. Suatu ketika Lee Roo Da mengajak Hyun Ji ke kamarnya dan berbicara mengenai banyak hal. Lee Roo Da mengetahui kesulitan Hyun Ji. Hyun Ji menjadi goyah. Apakah dia akan berusaha memberikan ASI pada bayinya meskipun pas-pasan atau menyerah dan memilih Sufor saja???

Pesan 

Setiap drama selalu ada pesan yang terkandung di dalamnya. Jangan menilai orang dari kebahagiaan luarnya apalagi melalui medsosnya. Bisa jadi dia hanya pura-pura bahagia dan sempurna padahal dia tidak bahagia dengan kehidupannya. Seperti Sarang Eoma, dia selalu menjadi ibu elegan di pusat perawatan. Ibu dan istri yang sempurna. Sejatinya dia bukanlah ibu yang seperti itu. Ibu juga manusia. Dia mempunyai anak kembar yang terkenal nakal dan selalu bikin onar. Ditambah lagi dia harus menjaga image suaminya. 

Lee Roo Da meskipun dia terlihat sembarangan dan tidak mau memberikan ASi sehingga dia dicap sebagai ibu yang tidak sayang dengan anaknya membuktikan bahwa dia mampu menaklukkan kenakalan si kembar anak dari Sarang Eoma. Jadi janganlah menilai orang dari luarnya saja. Dan masih banyak pesan yang bisa diambil di drama ini. 


Kesimpulan

Drama singkat ini menyajikan kisahnya dengan padat, sesuai dengan realita dan penuh makna. Aku rasa kesulitan yang dialami oleh Hyun Ji adalah kesulitan para ibu baru semuanya. Dilema yang dihadapi oleh Hyun Ji juga adalah dilema yang dihadapi ibu-ibu yang memilih kembali bekerja setelah punya anak atau mengabdikan diri pada anaknya dan dirumah saja. Sedangkan kita masih bahagia untuk bekerja namun juga tidak ingin meninggalkan bayi kita. Pilihan apakah yang akan diambil Hyun Ji?
Plot twist drama ini juga ngena banget. Sikap suami Hyun Ji yaitu Kim Do Yoon mulai berubah kepada istrinya. Dia mulai jarang pulang ke pusat perawatan dengan berbagai alasan. Bahkan dia mulai berbohong kepada istrinya. Sebelumnya ibu-ibu pada pusat perawatan bergosip tentang para suami mereka. Hyun Ji merasa suaminya juga seperti suami para ibu lainnya. Jadi apakah suami Hyun Ji berselingkuh? apalagi disaat Hyun Ji menelepon yang mengangkat justru seorang wanita. 

Singkatnya drama ini layak ditonton. Menyentuh perasaan, sesuai dengan realita ibu-ibu, penuh makna dan bikin terhibur pula karena diselipkan komedi didalamnya. Buat ibu-ibu yang sudah menonton drama ini pasti kalian mengangguk-anggukkan kepala selama menonton atau berkata dalam hati "ah iya" "hooh" dan sebagainya? akupun begitu. 


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar