Advertisement

Main Ad

Film The Swordsman (2020): Aura Jahat Joe Taslim SPOILER ALERT!


Tentang kesetiaan, perjuangan seorang ayah dan penyesalan atas kesalahan masa lalu. Itu kesan pertama saat aku nonton film ini.

Seperti yang kita tahu film The Swordsman ini merupakan film debut Joe Taslim di Korea. Jadi awalnya aku nonton film ini karena pada rame bahas Joe Taslim bahasa Koreanya luwes banget. Dan ternyata setelah aku nonton, aku dibuat speachless dong sama akting Joe Taslim. Belum lagi pelafalan bahasa Koreanya itu... ngga tau harus bilang gimana intinya keren sumpah. Apalagi bahasanya bukan bahasa Korea kasual tapi pake bahasa jaman Joseon dengan dialek yang udah kayak orang korea asli lah.

Daftar Pemain:

Jang Hyuk sebagai Tae Yul

Joe Taslim sebagai Gurutai

Kim Hyun So sebagai Tae Ok

Jung Man Sik sebagai Min Seung Ho

Choi Jin Ho sebagai Lee Mok Yo

Jang Hyun Sung sebagai Raja Gwanghae

Film ini dimulai dari penggulingan raja Gwanghae. Min Seung Ho (Jung Man Sik) yang juga pengawal raja memimpin penangkapan raja atas hasutan Lee Mok Yo (Choi Jin Ho). Tae Yul (Jang Hyuk) merupakan pendekar pedang kepercayaan raja. Dalam kondisi apapun dia siap membela raja. Sebelum raja akhirnya menyerahkan diri, Tae Yul beradu pedang dengan Min Seung Ho. Mereka sama hebatnya. Karena raja menyerahkan diri, Tae Yul pun menghilang.

Setelah diangkatnya raja baru, Dinasti Joseon berada dalam kekacauan akibat konflik antara dinasti Qing dan dinasti Ming. Muncullah utusan dari dinasti Qing yang ketuanya adalah Gurutai (Joe Taslim). Utusan dari Qing tersebut membuat kekacauan di Joseon bahkan rajapun tidak bisa berbuat banyak. Aura kekejaman Joe Taslim sungguh terlihat jelas bahkan hanya dengan tatapan matanya. 


Tae Ok yang selama ini hidup di hutan bersama ayahnya Tae Yul pergi ke kota alias turun gunung mencari obat untuk mata ayahnya yang sakit. Mata Tae Yul semakin hari semakin rabun dan bahkan bisa buta seketika. Sakitnya ini didapat akibat patahan pedang yang ternyata mengenai matanya saat melawan Min Seung Ho pada hari penangkapan raja. Selama ini dia hidup bersembunyi di dalam hutan dan tidak ada yang tahu mengenai dirinya. Mereka pergi ke rumah tabib yang disarankan oleh seorang biksu. Tapi sayang obat yang mereka cari tidak tersedia disana. Singkat cerita Lee Mok Yo menyuruh tabib wanita tersebut untuk menjadi seorang gadis yang nantinya akan diangkat menjadi anak. Tugasnya adalah merawat orang yang sakit. Tabib wanita tersebut seketika teringat Tae Ok. Wanita tersebut menemui Tae Ok dan menjelaskan maksudnya. Tae Ok bersedia demi mendapat obat untuk ayahnya. 

Tentu saja ayahanya tidak mengijinkan, tapi Tae Ok bersikeras. Dalam suatu kesempatan Tae Yul memberi tahu Tae Ok bahwa dia bukanlah putrinya. Dia adalah putri mendiang raja Gwanghae yang dibawanya saat raja menyerahkan diri dahulu. Tae Yul pun meminta maaf karena tidak bisa memberikan kehidupan yang layak seperti kehidupan seorang putri. Jawaban Tae Ok bikin haru "Karena kau yang membesarkanku, maka kau adalah ayahku. Tidak apa-apa jika aku dibesarkan tidak seperti  putri".


Tae Ok memutuskan tetap pergi. Setibanya di rumah Lee Mok Yo dia tidak menjaga orang sakit melainkan menjadi pengganti untuk putrinya. Gurutai dan anak buahnya tiba di rumah Lee Mok Yo. Ternyata dia ingin mengelabuhi Gurutai, dia tahu bahwa Gurutai akan mengincar putrinya. Lee Mok Yo ini egois. Dan benar saja Gurutai menghunus pedang ke putri yang salah. Tapi sayang salah satu anak buahnya mengenali wajah Tae Ok karena sempat berurusan dengannya. Wah murkalah itu Gurutai. Dibasmi habislah itu seisi rumah. Dilain tempat Tae Yul diserang orang tak dikenal. Seketika dia tahu putrinya dalam bahaya. Dia kembali ke rumah tabib wanita menanyakan putrinya. Saat mereka ke rumah Lee Mok Yo semua sudah terlambat. Kedua gadis tersebut telah dibawa Gurutai. 

Dimulailah perjalanan Tae Yul mencari putrinya. Inti filmnya disini sih menurutku. Adegan Tae Yul berkelahi menggunakan pedang sungguh memukau. Dia melawan pasukan Qing sendirian. Tusuk-tusukan, tebas-tebasan, darah muncrat sana sini. Aku sendiri ngga begitu suka sih adegan bunuh-bunuhan yang tergambar jelas. Bikin merinding ngeri. Tapi karena akting Jang Hyuk disini keren abis jadilah merem melek nontonnya kayak  nonton film horor. Peran Joe Taslim disini sungguh nyebelin sih, auranya jahat banget dan dia berhasil menampilkan itu. Pokoknya di jaman ini hidupnya hanya ditentukan sebilah pedang. Berontak dikit tebas. Salah dikit tikam. 

Akhirnya demi anak Tae Yul kembali mengangkat pedangnya. Sampai akhirnya dia berhadapan dengan Gurutai. Jika dia berhasil mengalahkannya maka anaknya akan dibebaskan. Perkelahian yang menegangkan. 


Siapakah yang akan menang?? tentu saja si pemeran utama. hahaha.... akhirnya si Gurutai mati tertusuk. Tapi hal yang tidak terduga justru ending film ini bikin aku mewek tersedu-sedu. Yang tadinya tegang karena liatin mereka beradu pedang malah dibikin nangis pas akhirnya. Endingnya sih manis cuma ya... bikin akunya nangis. Penasaran endingnya kayak apa?????? cuslah ditonton filmnya.      


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar